Showing posts with label Regional. Show all posts
Showing posts with label Regional. Show all posts

UMP Aceh 2011 Rp 1.350.000

BANDA ACEH - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Ir HT Machsalmina Ali MM mengatakan, upah minimum provinsi (UMP) para pekerja di Aceh tahun 2011 ditetapkan Rp 1.350.000 per bulan. Ketentuan baru ini, meski ditetapkan tahun 2010, tapi berlaku efektif sejak 1 Januari 2011. 

UMP Aceh tahun 2010 itu mengalami kenaikan Rp 50.000 (3,84 persen) dari sebelumnya Rp 1.300.000 per bulan. Menurut Machsalmina, gaji para pekerja mempunyai peranan strategis dalam pelaksanaan hubungan industrial.

Substansi Raqan Wali Nanggroe Masih Terbuka untuk Dikaji

BANDA ACEH - Substansi yang terdapat dalam draf Rancangan Qanun Lembaga Wali Nanggroe (Raqan LWN), masih terbuka untuk dibahas dan dikaji ulang dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dan pembahasan bersama antara legislatif dan eksekutif.

Materi draf yang masih terbuka untuk didiskusikan itu adalah tugas dan fungsi serta kewenangan WN yang dinilai sebagian anggota DPRA sudah memasuki ranah pemerintahan, politik, dan sistem pemerintahan, sehingga kewenangan sang Wali Nanggroe telah melebihi kewenangan yang diberikan oleh UU Nomor 11 Tahun 2006 (UUPA).

Irwandi Serahkan Perempuan Aceh Award 2010

Banda Aceh- Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Kamis (25/11), menyerahkan award (penghargaan) kepada sejumlah pihak  yang dinilai telah memberikan kontribusi terhadap pemajuan hak-hak perempuan di Aceh. Pemberian award ini bertepatan dengan peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang jatuh pada Kamis, 25 November 2010.

Selain menyerahkan award, Irwandi juga tampil sebagai keynote speaker (pembicara kunci) dalam acara Perempuan Aceh Award 2010 yang diadakan di Gedung Sultan Selim 2, Banda Aceh.

Walhi Aceh: Pertambangan PT LSM Picu Konflik Horizontal

Banda Aceh – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Aceh menilai, upaya penentangan penutupan perusahaan tambang biji besi PT Lhoong Setia Mining (LSM), yang  disuarakan sebagian masyarakat  Kecamatan Lhong dan karyawan PT LSM-Aceh Besar, merupakan suatu langkah mundur  bagi penyelamatan hutan Aceh, dan memicu konflik horizontal antara sesama masyarakat.

“Seharusnya mereka sadar bahwa dengan membiarkan penambangan, maka akan terjadi pengerukan gunung dan hutan secara massal. Bencana pasti akan mengikutinya,” ujar Direktur Walhi Aceh, T. M. Zulfikar, Sabtu (30/10), dalam siaran persnya.

TNI Pemukul Wartawan Aceh Dijerat Empat Perkara

Komando Daerah Militer Kodam Iskandar Muda menyatakan serius menangani kasus pemukulan wartawan harian Aceh, Ahmadi yang dilakukan Pasi Intel Kodim 0115 Simeulue, Lettu Faisal Amin. Tim penyidik Kodam Iskandar Muda juga akan menjerat tersangka dengan empat perkara.

Komandan Polisi Militer Kodam Iskandar Muda, Kolonel (CPM) Sugeng Subagio mengatakan, Faisal Amin dijerat dengan empat kesalalahan, yaitu penggunaan senjata api tidak pada tempatnya, kasus illegal logging, penganiayaan dan merusak citra TNI. Kini Faisal telah ditahan Polisi Militer Meulaboh.

Aceh Terpilih Sebagai Ketua Forum GCF Internatioanl

PARA Gubernur  yang tergabung dalam Governor’s Climate and Forest (GCF) secara aklamasi memilih Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf untuk memimpin para gubernur dari berbagai negara dalam isu hutan dan perubahan iklim pada tahun 2011.

Keputusan tersebut dihasilkan pada pertemuan GCF di Santarem, Negara Bagian Para-Brasil, yang kemudian ditegaskan dalam pertemuan lanjutan yang dilaksanakan di Jakarta pada 7-8 Oktober 2010.

Untuk melaksanakan agenda-agenda Forum GCF satu tahun ke depan, secara otomatis anggota Taskforce GCF dari Aceh akan menjadi ketua GCF Task Force. Posisi ini dipercayakan kepada Kepala Sekretariat Aceh Green Pemerintah Aceh, Muhammad Yakob Ishadamy sebagai Chairman (Ketua) GCF Task Force.

Tahura Cut Nyak Dhien Kritis

Banda Aceh – Taman Hutan Raya (Tahura) Cut Nyak Dhien yang terletak dikawasan Saree-Seulawah kondisinya kritis karena perambahan liar oleh sekelompok warga. Tahura yang mempunyai luas 6220 hektar, kini sekitar 50 persennya sudah mengalami kerusakan. Dinas Kehutanan & Perkebunan (Dishutbun) Propinsi Aceh berencana membuat pagar pembatas Tahura agar pengelolaan Tahura dapat dilaksanakan dengan baik.

Pemerintah Lamban Tangani Bencana Banjir

Banda Aceh - Penelitian Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mengatakan frekuensi banjir mengalami trend peningkatan selama tiga tahun terakhir. Direktur Eksekutif Walhi Aceh, T.M. Zulfikar mengatakan, pemerintah daerah tidak siap menghadapi bencana alam ini, untuk itu perlu koordinasi optimal Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dengan pemerintah kabupaten/kota lainnya.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls